20 November 2016

Sesaknya Dunia Kerja



Ayas terbangun dengan kerisauan hati. Tentang pekerjaan dikantor, "Astagfirullah kenapa dunia ini justru membuatku susah." Ayas tidak mau hidup seperti ini, padahal dunia harusnya ladangnya untuk mengumpulkan bekal, untuk kelak pulang ke alam kekal akhirat. Kenapa harus mengkhawatirkan dunia, omongan orang lain, gengsi, dan lain-lain.

Ayas mengkhawatirkan segala hal, pikirannya penuh dengan banyak masalah ini dan itu, membuat hatinya sesak, jadinya terasa sesak nafas. Dia mulai mengernyitkan dahi, dikamar sendirian, sesekali air matanya keluar tak tahan. Mulai bibirnya berdzikir beristigfar, dalam benaknya hanya Allah yang bisa membuatnya tenang. Setelah ia merasa cukup. Ayas bergegas membersihkan diri dikamar mandi dan berwudhlu. Mulai menggelar sajadah, shalat, dan berkeluh kesah dengan Yang Maha Pencipta.

Hatinya mulai tenang, pikirannya mulai jadi sederhana, kendala yang Ayas hadapi mulai hilang, masalahnya mulai terasa lebih kecil, karena Ayas punya Allah SWT. Dia menyadari Rezeki sudah Allah tentukan, tidak perlu pusing tentang pekerjaan. Simple hanya cukup berlaku adil dan sesuai porsinya saja.

Monday I'm Ready.. Bismillahirahmani rahim

17 November 2016

Ayas Lagi di Kantor



Disudut kantor Ayas menghela nafas, menaruh tangan diatas kepala dan bertumpu dikepala. Menghela nafas lagi sembari melihat kesekeliling kantor, tampak wajah lelah dan jenuh, tumpuan tangannya diatas kepala membuatnya meregangkan otot-otot badannya sejenak. 

Tampak nikmat rasanya posisi melepas lelah dan stress favorit Ayas, dia sesekali melihat kearah layar hp, teman dekatnya satu per satu telah menikah. Kadang dia merasa jenuh dengan pekerjaan. Lelah untuk cari yang lebih baik. Lelah beradaptasi lagi, jadi kepikiran dibenaknya, "Enaknya sih nikah saja, punya suami, jadi ibu rumah tangga, nggak perlu kerjaaa." Seketika terkembang senyum di bibirnya. Pikiran aneh menurutnya. :)

Featured post

Ayas Lagi di Kantor

Disudut kantor Ayas menghela nafas, menaruh tangan diatas kepala dan bertumpu dikepala. Menghela nafas lagi sembari melihat kesekeliling...